Sebentar lagi, sepanjang pulau sumatera akan dibangun jalan TOL

Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH memimpin rapat percepatan pembangunan jalan tol Sumatera. Hanya tiga jam, pertemuan antara BUMN Jasa Marga dengan Gubernur se-Sumatera di Griya Agung Palembang itu, menghasilkan beberapa kesimpulan penting.

Selain Gubernur Sumsel, rapat kemarin (20/2) dihadiri Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan Wagub Kepulauan Babel H Syamsuddin Basari. Dari Bengkulu dan NAD dihadiri Asisten II, sedangkan Kepri dan Lampung diwakili Kepala Bappeda.

Kesimpulan penting pertama dan paling utama yakni, pembangunan jalan tol Sumatera mutlak harus dipercepat pelaksanaannya. ”Dari pembahasan tadi, secara finansial mungkin belum layak. Tapi secara ekonomis ini (tol Sumatera) sudah sangat layak,” kata Dahlan.

Tiga provinsi paling siap, yakni Sumsel, Sumbar, dan Riau langsung menandatangani kesepahaman kerja sama dengan PT Jasa Marga tak lama setelah pertemuan usai. Selanjutnya, dengan mengetahui kondisi di lapangan, maka yang akan mendapatkan manfaat terbesar dari pembangunan jalan tol adalah kawasan yang dilalui, bukan perusahaan jalan tolnya.

Dalam pertemuan itu disepakati untuk membentuk konsorsium antara PT Jasa Marga dengan masing-masing pemerintah provinsi/kabupaten/kota. ”Konsorsium ini terbuka untuk perusahaan /BUMN/BUMD lainnya dan pihak swasta yang memang benar-benar punya modal,” ucapnya. Dalam mewujudkan percepatan pembangunan tol Sumatera, pemerintah daerah dituntut peranan aktifnya.

Mulai perizinan hingga masalah amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), pencadangan kawasan ekonomi, pembebasan lahan hingga setoran penyertaan saham dalam konsorsium. Disepakati pula, konsep pembangunan jalan tol Sumatera ini dibagi dua. Ada yang full standard jalan tol, sebagian lagi menggunakan konsep high grade higway (HGH).

Ditegaskan Dahlan, ia hadir bersama Deputi Menteri BUMN bidang infrastruktur, Sumaryanto serta Dirut PT Jasa Marga, Adityawarman dan Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga, Abdul Hadi HS supaya BUMN tidak ketinggalan kereta. “Untuk tol Sumatera, Jasa Marga jangan sampai ketinggalan kereta,” cetusnya. Katanya, saat dirinya masih menjabat dirut PLN, sudah melihat potensi Sumatera yang sangat luar biasa. Hanya dengan perlu mencukupi kebutuhan listrik dan membangun jalan tol. ”Saya optimis, dengan tol ini Jawa akan kalah.” Secara realistis, Dahlan melihat kebutuhan pembangunan jalan tol sangat mendesak, tidak perlu banyak wacana. Dalam rapat itu dirangkum usulan ruas tol dari seluruh provinsi se-Sumatera. Jambi mengusulkan tol Bandar Lampung-Babatan-Tegineneng Ring Road 20-30 km (konsep full standard). Lalu ruas Bakauheni-Babatan 66 km, dimana 30 km konsep full standard tol dan sisanya 36 km HGH.
Ruas Tegineneng-Terbanggi Besar sepanjang 40 km, dimana 20 km konsep full standard tol dan setengahnya lagi HGH. Dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang 150 km, dimana 40 km full standard tol dan sisanya gunakan konsep HGH. Keempat usulan ruas tol di Jambi ini pembebasan lahannya sebagian dalam APBD 2012, diteruskan APBD 2013. Sumsel usulkan ruas tol Betung-batas Jambi 198 km, dimana 60 km konsep full standard dan sisanya terapkan konsep HGH. Lalu ruas Kayu Agung-Pematang Panggang sepanjang 186 km, dimana 40 km full standard dan sisanya HGH. Ruas tol Prabumulih-Palembang 93 km, seluruhnya dibangun dengan full standard jalan tol.
Lalu ruas Palembang-TAA 70 km, gunakan konsep HGH. Seluruh ruas mulai pembebasan lahan gunakan APBD perubahan 2012 dan dilanjutkan 2013. Untuk Bengkulu usulkan tiga ruas tol. Ruas Bengkulu-Kepahyang 60 km, dimana 40 km konsep full standard tol dan sisanya 20 km HGH.
Lalu ruas Kepahyang-Curup 35 km, seluruhnya full standard tol. Dan ruas Curup-Lubuklinggau 42 km, seluruhnya full standard. Pembebasan lahan mulai di APBD 2013. Jambi usulkan tiga ruas tol. Yakni ruas Jambi-batas Sumsel 35 km full standard tol dan  Jambi-Ujung Jabung 120 km konsep HGH. Kedua ruas ini pembebasan tanahnya dimulai 2012 dan diteruskan 2013.
Sedang ruas Tempino-Mendalo 30 km, seluruhnya gunakan konsel full standard tol dimana lahannya dibebaskan tahun ini. Provinsi Riau usulkan enam ruas tol. Yakni Pekanbaru-Dumai 126 km, full standard dana APBN dan APBD, selesai tahun depan. Lalu ruas Pekanbaru-Pelalawan 82 km, dimana 70 km terapkan full standard tol. Pelalawan-Rengat 202 km, dimana 70 full standard dan sisanya 132 km terapkan HGH. Ruas Rengat-Kuala Enok 70 km, full standard dengan pembebasan tanah dari APBD Riau 2013 dan 2014. Pekanbaru-Siak-Buton 70 km, dibangun sendiri pemprov Riau. Lalu ada ruas  Pekanbaru-batas Sumbar 150 km, dimana 60 km full standard tol dan sisanya 90 km konsep HGH. Provinsi Sumbar usulkan lima ruas tol. Yakni Padang-Sicincin sepanjang 27 km sudah dilakukan pembebasan lahan. Ditawarkan kepada Jasa Marga untuk bangun dengan konsep full standard tol. Lalu ruas Sicincin-Padang Panjang 2013, full standard dan pembebasan lahan 2013. Ada lagi Padang Panjang-Bukit Tinggi 33 km, full standard, ruas Bukit Tinggi-Payakumbuh20 km, konsep HGH dan pembebasan lahan mulai 2014. Lalu ruas Payakumbuh-perbatasan Riau 93 km. Kemudian provinsi Sumatera Utara, usulkan empat ruas tol. Yakni Kuala Namu-Tebing Tinggi 35 km full standard tol. Khusus Medan-Kuala Namun 25 km sudah tender dan kontrak, pembebasan lahan 54 persen dan siap dikerja samakan dengan Jasa Marga. Ruas Medan-Binjai sepanjang 15,8 km, full standard tol dengan pembebasan tanah 2013. Lalu ruas Tebing Tinggi-Sei Mangke 50 km, konsep HGH dan lahan dibebaskan pada 2014. Juga Sei Mangke-Kuala Tanjung 25 km, konsep HGH. Untuk provinsi NAD, ruas Banda Aceh-batas Sumut sepanjang 391 km terapkan konsep HGH. “Pembebasannya akan dibicarakan secara khusus karena terkait dana otonomi khusus (otsus),”jelas Dahlan.
Secara teknis, ruas dan trase tol Sumatera ini rencananya akan dibahas dalam rapat Kepala Bappeda se-Sumatera pada 24-25 Februari mendatang di Tanjung Enim. Khusus untuk provinsi Kepulauan Babel dan Kepri, akan ada rapat khusus dan program khusus. Deputi Menteri BUMN bidang infrastruktur, Sumaryanto menambahkan, biaya pemeliharaan jalan nasional makin lama makin tidak mampu dipenuhi pemerintah pusat. Salah satunya karena kesalahan policy dulunya. Jalan di Indonesia hanya mengandalkan pajak, dan pendapatan dari itu tidak cukup untuk membenahi kerusakan tiap tahun. Karena itulah, dikembangkan konsep jalan tol.

Untuk full standard jalan tol, persyaratan yang harus dipenuhi tidak mudah. Misalnya harus minimal empat jalur, LHR (lalu lintas harian rata-rata) kendaraan minimal 20 ribu unit, dan lainnya. ”Tapi kalau mau menunggu itu terpenuhi, sulit untuk wujudkan tol Sumatera,” bebernya. Makanya untuk sebagian ruas akan dibangun dengan konsep HGH (high grade highway).  Dimana cukup dua jalur (2 x 1,5 layer), tapi MST kendaraan 12 ton. Konsep ini tidak mengharuskan LHR kendaraan yang melintasi rute ini minimal 20 ribu unit karena ruas di Sumatera rata-rata berkisar 11-12 ribu kendaraan per harinya. Praktiknya, sebagian jalan dibangun langsung dengan full standard jalan tol. Sebagian terapkan konsep HGH agar bisa terkoneksi dulu, sembari terus dikembangkan menjadi jalan tol. “Daerah harus lebih berhati-hati dengan investor. Karena banyak yang tidak punya dana dalam menjalin kerja sama. Sebagai gambaran, tol BEP (break event point) minimal perlu waktu 12 tahun,” cetus Sumaryanto. PT Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol lebih berpengalaman untuk itu.
Apalagi, tingkat kepercayaan perbankan begitu besar. Misalnya saja, Bank Mandiri sanggup menyediakan kredit hingga Rp250 triliun bagi Jasa Raharja. Dirut Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, sudah ada tiga provinsi yang menandatangani MoU dengan mereka. “Sumsel, Sumbar dan Riau sudah teken kesepahaman kerja sama dengan kita. Yang lain menyusul”. Satu lagi yang siap dan akan segera MoU adalah Sumatera Utara. Setelah ini, Jasa Marga dan masing-masing pemerintah provinsi akan melakukan pembahasan teknis dan rinci. Termasuk menghitung pembiayaan yang diperlukan. “Kita hari ini belum sejauh itu. Tapi kita sangat mendukung pembangunan tol Sumatera,” tegasnya. Adityawarman bahkan meminta daerah menyerahkan semua masalah perizinan dengan Menteri PU agar diurus Jasa Marga. “Kami hanya mohon bantuan daerah untuk pengadaan tanah saja. Di Jawa, ini jadi masalah. Tapi kalau di Sumatera, tampaknya sudah siap dan tidak terlalu mahal,” tuturnya.
Ia menegaskan, sesuai hasil rapat maka ada dua konsep pembangunan jalan tol Sumatera. ”Tapi yang full standard jalan tol akan jadi prioritas. Kalau yang HGH bisa diupayakan pemerintah daerah,”tukas Adityawarman. Di Jawa, per kilometer tol dibutuhkan Rp80 miliar, kalau di Sumatera bisa kurang dari itu.  Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk mendukung percepatan  pembangunan jalan tol di Sumatera ini. ”Yakni soal perizinan, pembebasan lahan dan penyertaan modal,” ucapnya. Untuk Sumsel, sudah dilakukan MoU dengan Jasa Marga. Saat ini, tanah untuk tol di Sumsel sudah ada, tapi belum dibebaskan. ”Berapa kebutuhan dananya sedang dihitung. Barangkali bisa dimulai dengan APBD perubahan tahun ini. Atau dijanjikan dulu kepada masyarakat, lalu dilunasi 2013,” ungkap Alex. Sumsel juga akan bergerilya mengusahakan kucuran dana APBN seperti yang dilakukan Riau. Namun tetap mencadangkan APBD. Sehingga jika APBN tidak turun, pembebasan tanah tersebut gunakan dana APBD. Sebelum ini, Pemprov Sumsel telah mengadakan pola kerja sama dengan Pemkab OKI dan Pemkab Banyuasin.
Perusahaan daerah ini yang kemudian bekerja sama dengan investor asal Malaysia, Markmore Labuan. “Tinggal tunggu izin Menteri PU yang hingga sekarang belum keluar,”katanya. Seyogyanya, dalam pertemuan kemarin diundang pula Gubernur Bali yang berhasil mewujudkan jalan tol dalam waktu cepat.

Semoga saja apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar, Amiin

Sumber : klik di sini…

About Hijrah

Hidup adalah perjuangan

Posted on 24 Februari 2012, in Lokal. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: